hari semakin beranjak sore, sebenarnya sih pengen ngerjain tugas, namun pas ngeliat jam, fikiran saya berubah, mending dikerjakan setelah isya (saya kurang menyukai pekerjaan yang terpotong sehingga akan lebih cendrung mengerjakannya hingga tuntas tanpa meliat waktu dan kurang menyukai pekerjaan yang dilakukan berulang2 untuk hal yang relatif sama)
terus terang, akhir2 ini saya lebih sering berada di blog ini, hanya untuk sekedar upload pengetahuan baru atau untuk membaca kembali kumpulan pengetahuan yang telah saya publish sebelumnya, dan kali ini saya pengen cerita tentang ” temen”
saya tertarik membahas ini, disebabkan pernyataan temen saya yang mengatakan ” ga terasa ya kita udah berteman hampir 20 tahun” ![]()
wow, amazing, fikir saya dan tentu saja saya ga pernah berfikir tentang hal itu,,
kemudian ia memaparkan kalo saya dan ia udah satu sekolah dari SD sampe sma, nah lho, apa yang menjadi spesial?
dalam kurun waktu tersebut, selain saya ataupun ia pasti memiliki temen dengan keadaan yang sama, namun bedanya, saya dan ia tetep keep contact hingga saat ini
, tentu saja saya senang, dan yang paling mengejutkan adalah dia bercerita tentang masa2 sd-smp, tentang kenakalannya dan persahabatannya
kenapa saya heran? bukankah hal yang biasa jika seseorang bercerita? mmmhh,,, saya menganggap itu sedikit aneh karna yang saya tau dia itu co cool banget, pendiam, tertutup,,, untuknya saya hanya bisa berucap thanks for being my friend, dan semoga untuk seterusnya
temen lainnya?
buanyak sih, yang paling berkesan salah satunya adalah persahabatan saya dengan mimi-temen smp saya. kenapa begitu berkesan? dengannya saya melalui masa2 bandel dengan terkontrol, mengapa saya sebut demikian?
seperti yang telah saya ceritakan di she’s my mom (bla2) saya menceritakan bahwa saya adalah gadis pingitan, untuk keluar rumah saja begitu sulit, salah satu jaminan bisa keluar rumah adalah jika ada temen yang menemani, jadi, kl saya mw pergi ke suatu tempat, maka saya mengajaknya kerumah sembari pamit ke orang tua, dan begitu juga dengannya
eitss,, jangan salah, kita keluar rumah juga bukan untuk hal2 yang ga bagus, misalnya pengen maen ke rumah temen, tapi ga mungkin dijemput, jadi ini adalah salah satu alternatifnya,, rasa bersalah sih ada, tapi saya yakin orang tua saya tau tentang hal ini
,
dan sekarang?
kita lost contact, yang saya tau dia tinggal di medan, dan seterusnya saya ga tau lagi
semoga suatu waktu nanti dipertemukan kembali,,
temen lainnya?
namanya mis, temen sma saya, hal yang unik darinya adalah sifat melo namun tegar, agak lambat kl dandan (terutama kal mw berangkat eskul, haarus sabar nungguin jilbaban), dan terus terang saya belajar banyak hal darinya, dan alhamdulillah hingga detik ini kita masih bisa berkomunikasi walaupun sekarang dah diduain sama suaminya
kau seperti kekasihku yang dulu,,,
hayo tebak itu lagunya siapa?
yup bener,, padi, namun dalam hal ini bukan kekasih, tapi temen, namanya indi, sifatnya hampir sama dengan mis, sempat suatu hari seya berkata kalo dia mirip banget sama temen saya mis, dia hanya menjawab,,”jangan samakan indi” yupss, saya mengakui itulah hal pertama yang menjadikan saya berteman dengannya, tapi selanjutnya saya memilihnya karna agamanya dan sifatnya, bukankah nabi berkata, seseorang diliat dari agama temennya, bukannya ingin memilih2, tapi untuk konteks sahabat, saya harus selektif
dan sekarang?
walaupun sudah bersuami dan memiliki anak, komunikasi tep berjalan baik, walaupun terkadang pas lagi ngobrol, suaminya ngeganggu
dan pertanyaannya sekarang, bagaimana kisah pertemanan saya dengan co?
hmm,, saya katakan, sejak awal perkuliahan saya memutuskan untuk menjaga jarak dalam bergaul dengan co
, dan keinginan ini didukung pula oleh kondisi lingkungan kampus, dan temen2 yang sering bergaul dengan saya, say hello selama berada di lingkungan kampus, cerita atau apalah istilahnya bukan masalh buat saya, namun situasi ini akan sangat berbeda bila saya udah ada di kostan, pada masa itu saya tak mengizinkan para co mengisi ruang sms ataupun telpon saya lebih dari jam sembilan malam, cerita ataupun curhat bukan ranah yang bisa mereka masuki pada jam2 tersebut
dan anehnya, kebijakan ini hanya berlaku bagi co yang nota bene bukan berasal dari daerah yang sama dengan saya ataupun temen satu sma saya
kondisi ini pula yang menyebabkan co yang “menaruh hati” (red: saya istilahkan dengan fans) kesulitan mendekati saya
saya berpedoman bahwa saya bukan ce pada umumnya yang didekati dengan cara yang umumnya dilakukan, pertanyaan , “lagi ngapain, udah makan atau belum” dan lainnya otomatis akan mental di samping saya memiliki alasan lain, namun akhir2 ini saya berfikir itu adalah wujud dari perhatian
dan satu hal lainnya yang sedikit berbeda dari ce pada umumnya adalah saya bukanlah ce yang terlalu menyukai kondisi di mana beberapa orang co menyukai saya, alasan saya sederhana, saya ga pengen ia merasakan sakitnya ditolak, bukan karna saya pernah ditolak, tapi kl saya fikir, konsekuensinya kan seperti itu bila akhirnya perasaan itu diungkapkan. dan satu hal yang seharusnya mereka sadari bahwa saya ga akan berubah fikiran (insyaalloh) ketika vonis penolakan dijatuhkan kepada mereka ![]()
temen saya bilang sih saya “kejam”, tapi menurut saya, sudah kodratnya ce memilih ketika ada pilihan dan sudah menjadi haknya untuk bersikap
lalu bagaimana dengan para fans saya selanjutnya? ada yang hanya sekilas mampir dalam kehidupan saya, namun ada pula yang masih bertahan hingga detik ini,,
hahhh,,,
dari tadi ceritanya hal2 yang menyenangkan dan sedikit serius ![]()
selanjutnya saya ingin bercerita hal yang sebaliknya
tentang seseorang yang tak saya kenal, saya menganggapnya temen, berpositif thinking ketika ia menyampaikan masalahnya dan berusaha memberikan masukan, namun ternyata belakangan, ntahlah motifnya apa, yang ada ia hampir saja merusak hubungan saya dengan seseorang
yah, sudahlah,mw digimanain lagi,,
dendam sih ga, sakit hati? sedikt ![]()
saya berharap ia hanya khilaf dan ga ngulangin hal yang sama kepada orang lain:) dan semoga suatu waktu nanti secara gentle girl ia menampakkan wujudnya
sepertinya udahan dulu ceritanya,
laper ![]()
ada yang mw ikut saya cari makanan???
dan satu lagi pertanyaan saya,,
bagaimana dengan kisah pertemanan anda,,
semoga menyenangkan




