sebelum berkutat dengan “nya” mari refreshing sejenak,,

berbagi cerita,

mengambil sari pati,

mengamalkan kebaikannya,

moga menjadi lebih baik,

teruntuk kaum hawa, dan mungkin bagi kalian bani adam,,

mendengar ceritamu wahai sahabatku, ku merasa seperti membaca sebuah cerpen yang judul dan pengarangnya aku lupa, yang ku ingat hanya pernah membacanya di perpustakaan iman jama di sore hari menjelang perpustakaan benar2 tutup. perpustakaan yang sangat nyaman, dan bisa dibilang membuatku betah berlama2 disana walaupun hanya sekedar membaca cerpen,,

sebagai prolog, inginku menceritakan ulang kisah itu,

dikisahkan ada seorang gadis, dengan ketulusannya, ia mencintai seorang pemuda, yah, pemuda yang sederhana namun mempunyai semangat yang luar biasa, hampir setiap hari ia dapat melihat pemuda itu dari balik jendela kamarnya, menatap sosok itu memasuki kontarakannya yang sederhana, ataupun melihat punggung itu semakin menghilang di kala pagi hari datang, yah, begitulah :D meskipun tak setiap hari bertemu ataupun bertutur kata, moment itu selalu baginya sudah lebih mewakili dari semua yang biasa dilakoni oleh dua sejoli :)

ntahlah, apa yang terjadi, apa yang ada di benak pemuda itu, hingga satu waktu, ia tak lagi menemukan wajah itu ketika sore menjelang maupun punggung yang semakin menghilang di kala pagi menggantikan kelamnya malam,,

tak ada kabar, tak ada juga berita, ia bak hilang ditelan ruang dan waktu, hilang bagaikan ia sosok yang tak terikat dengan orang lain, apakah dikatakan sebagai orang yang tak bertanggung jawab?? seenaknya sendiri, egois, atau apapun kata yang mampu mawakili apa yang dilakukan lelaki itu,,

kesedihanpun menyelimuti hati sang gadis, bukan hanya itu berbagai rasa lainnya menghinggapi dirinya, namun satu yang sungguh luar biasa, rasa optimis bahwa suatu waktu nanti momen yang menjadi kesehariannya akan ia dapatkan kembali, pasti dengan yang lebih indah :D

tak begitu dengan orang tua sang gadis, merekapun resah melihat putrinya, larut dalam kesedihan, dan menganggap apa yang telah terjadi bukan suatu hal yang harus dipertahankan, mengapa tak berusaha melanjutkan kehidupan yang lebih baik dibandingkan hanya menunggu seseorang yang pergi seperti lepas akan tanggung jawab??

orang tua sang gadispun semakin gusar di kala berbagai lamaran dari bani adam lainnya ditolak hanya karena dengan keyakinan itu, tak terhitung, hingga akhirnya ia harus merelakan adik perempuannya mendahuluinya menggapai separuh diennnya,

mungkin itulah watak asli seorang wanita, dilahirkan untuk setia dan semoga para cucu lelaki Adam mengahargainya dengan setulus hati,, sayangnya cerita ini tak menceritakan akhir kisah dramatis ini, mungkin kita bisa menebak apa yang terjadi,,

yang saya fikirkan ketika membaca ceriita ini adalah mungkin hal ini tak akan terjadi bila ia mau membuka hatinya :D

lalu apa hubungannya dengan temen saya??

beruntungnya ia tak mengalami hal serupa dengan gadis dalam cerita itu ditinggalkan lelaki tersebut tanpa kata,, ia hanya berada dalam lingkaran yang ia ciptakan sendiri, berada dalam lingkaran yang ia namakan cinta, setia, dan percaya, apakah di zaman sekarang ini, hal itu masih berlaku??

“rasa”nya pada seorang lelaki menjadikannya “bertahan pada satu cinta” :D seperti lagu yang tengah hits sekarang ini, menjadikannya menunggu datangnya pangeran pujaan hati datang melamarnya segera, sehingga ia mengindahkan lelaki lainnya yang datang kepadanya,  lalu apakah lelaki tersebut meninggalkannya, sama seperti di cerita di atas?? jawabannya tidak, ia tetap berada di sisi gadis tersebut, memberinya sejuta harapan tanpa diketahui kapan akan terealisasi, mungkin dikarnakan ketidaksiapan atau hal lainnya yang tak mungkin terungkap,

saya khawatir, ia akan terjerembab pada kisah gadis itu, menunggu sesuatu yang tak pasti, seperti nasehat sahabat lainnya yang mengatakan, pada usia sekarang ini bukan waktunya untuk menunggu namun memutuskan untuk melangkah sesegera mungkin,,

bila saya berada di posisinya, mungkin saya juga bingung harus berlaku seperti apa, hati wanita terkadang seperti karang bila telah terikat pada satu hati dan akan ada rasa optimis yang luar biasa besar,,

saya juga tak mampu untuk berkata” majulah, dan liat lah apakah kamu bisa menerima orang tersebut,” atau istilah kerennya ” buka hatimu” seperti yang dilantunkan oleh armada band:D

saya juga tak mampu berkomentar banyak ketika engkau bercerita bahwa ibumu bertanya “apakah ia bener2 menepati kata2nya akan datang kerumah ini??” kl boleh bercerita, saya juga mengalaminya dan hanya mampu berkata insyaalloh dengan hati yang getar-getir, apakah kata insyaalloh sudah cukup mewakili untuk menjawab pertanyaan itu,,,entahlah sahabatku,,

saya juga berfikir pada satu janji alloh bahwa sesuatu yang baik belum tentu baik menurutmu belum tentu  menurut alloh, dan sebaliknya,,apakah itu nasehat yang tepat untuk mu, maafkan saya belum bisa memahaminya dengan pasti, namun yang pasti berdoalah agar selalu diberi petunjuk jalan mana yang tepat untukmu,,dan aku akan mendoakanmu dalam sujud malamku yang masih dalam hitungan jari ataupun di momen lainnya,,

semoga kita diberi kemudahan dalam masalah yang menyebabkan kisah romeo dan juliet ini tercipta,, :D